Nama : Aldi Muhamad Taufik
Nama guru :Dedi Suwarna
Sekolah : sma al ihsan cimencrang
Pengertian Tenologi Digital
Teknologi digital adalah alat yang tidak lagi menggunakan tenaga manusia secara manual untuk bekerja, tetapi menggunakan sistem pengoperasian otomatis dengan sistem komputerisasi atau format yang dapat dibaca oleh komputer.
Teknologi digital pada dasarnya hanyalah sistem penghitung sangat cepat yang memproses semua bentuk-bentuk informasi sebagai nilai-nilai numerik (kode digital).
Sedangkan, teknologi komunikasi digital merupakan teknologi yang berbasis sinyal elektrik komputer, sinyalnya bersifat terputus-putus dan menggunakan sistem bilangan biner.
Bilangan biner akan membentuk kode digital (1 dan 0 berdasarkan adanya arus listrik atau tidak yang diatur oleh transistor). Kode digital tersebut nantinya akan diolah oleh komputer.
Contohnya gambar kamera video yang telah diubah dari gelombang cahaya menjadi menjadi bentuk digital dalam bentuk pixel.
Perbedaan Teknologi Digital dan Analog
Teknologi digital merupakan sistem penghitung sangat cepat dengan memproses informasi berupa kode digital atau nilai-nilai numerik (angka).
Sebelum diproses, diperlukan sensor yang mengubah informasi-informasi nyata menjadi kode digital (contohnya adalah kamera digital). Setelah kode digital diterima sensor akan diolah oleh komputer (mikroprosesor) yang dimana di setiap alat digital pasti ada. Dari hasil pengolahan data digital tersebut, informasi akan ditampilkan pada layar.
Teknologi analog pada dasarnya hanyalah alat yang sederhana dengan program tertentu yang sudah diatur dengan pengaturan tertentu, seperti komputer analog. Komputer analog pada dasarnya merupakan alat ukur dan biasanya digunakan pada mesin-mesin untuk memberikan sebuah informasi dan kendali otomatis. Kelemahan dari teknologi analog adalah tidak dapat mengukur dengan teliti dan membutuhkan waktu yang lama untuk memproses informasi.
Contoh teknologi analog adalah telepon biasa (buka ponsel pintar/ smartphone), sedangkan teknologi digitalnya berupa telepon yang menggunakan sinyal internet.
Teknologi analog merupakan teknologi peralihan dari teknologi mekanis ke teknologi digital dimana teknologi mekanis lebih mengedepankan sistim-sistem mekanis atau manual. Pada teknologi mekanis, tidak diperlukan komputer atau mikroprosesor untuk mengatur dan mengoperasikannya karena sudah memiliki sistem mekanikal yang terstruktur. Kelemahan sistem mekanis ini adalah pengaturannya terbatas dan terdiri dari banyak bagian-bagian mekanik yang memerlukan perawatan khusus.
Jika dirawat dengan benar (tidak ada komponen yang berkarat), jam mekanik dapat bertahan sangat lama. Pada jam tangan analog, dibutuhkan perawatan berupa penggantian baterai beberapa tahun sekali. Jam digital memakai sensor-sensor untuk mengetahui keadaan di sekitar pengguna (sensor cahaya, sensor gerakan, dll).
Perkembangan Teknologi Digital
Perkembangan teknologi digital membuka era digital dan secara garis besar dapat dilihat pada 3 hal berikut.
Lahirnya komputer pada tahun 1940 dan perkembangannya sejak saat itu
Lahirnya internet atau World Wide Web (WWW) pada tahun 198
Lahirnya situs jejaring sosial (social media) pada tahun 1997 dan maraknya penggunaannya sejak tahun 2000-an
Kelebihan Teknologi Digital
Setiap jenis teknologi memiliki kelebihannya masing-masing, berikut ini beberapa kelebihan teknologi digital:
Data yang dikirimkan dari satu tempat ke tempat lain tidak terpengaruh cuaca buruk dan noise karena data yang ditransmisikan dalam bentuk sinyal digital.
Berbagai tipe sistem komunikasi tersedia dan dapat digunakan.
Biaya perawatan lebih rendah karena lebih praktis dan stabil.
Kekurangan Teknologi Digital
Selain memiliki keunggulan, setiap jenis teknologi memiliki efek samping yang ditimbulkan, berikut ini beberapa kekurangan teknologi digital:
Kesalahan yang mungkin terjadi pada saat mengubah sinyal analog ke digital (digitalisasi).
Kemungkinan tercurinya data digital yang penting seperti nomor rekening, data pekerjaan, dll oleh hacker ataupun virus.
Membuat ketergantungan yang berlebihan pada penggunanya, yang dapat menghambat kemampuan empati dan sosial secara nyata
PENGGUNAAN ANGKA BINER PADA KOMPUTER
Angka Biner sering digunakan untuk mengoperasikan komputer. Ini adalah fakta yang diketahui oleh orang-orang yang mempelajari ilmu komputer. Mengapa angka biner digunakan oleh komputer? Pertanyaan itu tampaknya cukup sederhana tetapi jawabannya tidak sesederhana yang kita kira. Untuk mendapatkan jawaban yang sesuai, pertama-tama kita harus memahami alasan para insinyur dan ilmuwan yang merancang komputer yang tidak menggunakan sistem angka desimal yang diajarkan di sekolah tetapi dirancang menggunakan sistem angka biner. Berita baiknya adalah insinyur dan ilmuwan menggunakan sistem bilangan biner agar mudah dimengerti oleh komputer. Sistem ini yang digunakan oleh berbagai perangkat digital, seperti jam tangan, kotak dekoder TV digital, kalkulator, alarm pencuri, ponsel dan komputer ini menggunakan sistem biner yang didasarkan pada dua simbol, yaitu 0 dan 1. Dalam sistem angka Biner, 0 mewakili OFF dan 1 mewakili ON. ON dan OFF ini menunjukkan kondisi menyalakan atau mematikan sinyal listrik atau eksponen basis 2.
Untuk menyajikan data numerik dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan sistem angka desimal. Sayangnya, komputer tidak dapat melakukan hal yang sama. Komputer mewakili angka dengan menggunakan sistem angka dasar terendah, yaitu dua. Ini adalah sistem angka biner. Komputer menggunakan voltase dan karena voltase sering berubah, tidak ada voltase khusus yang ditetapkan untuk setiap angka dalam sistem desimal. Untuk alasan ini, biner diukur sebagai sistem dua status yaitu hidup atau mati. Selain itu, untuk menjaga perhitungan tetap sederhana, komputer menggunakan sistem angka biner. Alasan utama komputer menggunakan sistem biner adalah bahwa sistem dua-status adalah sistem angka yang paling cocok untuk komponen penyimpanan optik dan magnetik komputer.
Agar memudahkan kita untuk memahami mengapa komputer menggunakan sistem biner, mari kita menyimak hal ini. Saat mengeyam pendidikan di sekolah, kita semua diajarkan untuk menggunakan sistem angka desimal dan karenanya, mereka menjadi sistem angka standar yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Nah, pertanyaanya adalah mengapa komputer tidak menggunakan sistem angka desimal tetapi malah menggunakan sistem angka biner? Jawabannya cukup mudah. Sakelar yang mengendalikan sinyal listrik adalah sirkuit yang digunakan oleh sirkuit komputer sebagai penanda ‘aktif’ dan ‘mati’ adalah satu-satunya dua kondisi yang diperlukan oleh sakelar ini. Ini berarti bahwa hanya dua angka, yaitu 0 dan 1, yang diperlukan oleh switch untuk mewakili setiap status.
Dengan bantuan sakelar, angka dapat disandikan ke dalam format biner. Kemudian, nilai disimpan dalam format biner pada memori. Pada dasarnya, ini adalah kumpulan saklar ON dan OFF elektronik. Misalkan ada delapan sakelar yang tersedia untuk Anda. Sakelar yang masing-masing dapat mewakili 0 atau 1 itu dapat diposisikan dalam keadaan aktif atau nonaktif, tergantung pada pengaturan sakelar tersebut. Kemudian, untuk menyimpan nilai biner, pikirkan angka dan aturlah sakelar ke kondisi ‘on’ atau ‘off’. Setelah berbagai sakelar tesebut diatur kondisinya, orang lain akan dapat membaca nomornya jika mereka melihat sakelar. Transistor digunakan di komputer untuk mengimplementasikan sakelar. Sakelar dapat dinyalakan dan dimatikan oleh perangkat keras digital. Selain itu, perangkat keras ini dapat membaca status sakelar. jika ada delapan sakelar, maka mengalikannya dengan basis dua akan memberikan penggunaan lebih dari 250 pengaturan atau permutasi tergantung pada keadaan sakelar, yaitu apakah sakelar hidup atau mati.
Di sisi lain, jika komputer menggunakan sistem desimal, akan ada sepuluh kemungkinan status untuk sakelar. Ini memakan waktu dan apabila ini terjadi, ini adalah hal yang sama sekali tidak perlu. Oleh karena itu, untuk menghindari kerumitan dan membuat hal-hal seperti perhitungan lebih sederhana, komputer menggunakan sistem bilangan biner.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar